Harga Emas Dunia Bergerak di Batas US$4.000, Pasar Menanti Keputusan FOMC The Fed

Jakarta, MetalNews Digital — Harga emas dunia bergerak di sekitar level US$4.000 per troy ounce pada perdagangan Senin Senin 26 Oktober 2026 Pelaku pasar mencermati perkembangan inflasi Amerika Serikat (AS), harga energi, serta keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan pada 27–28 Oktober 2026.

Berdasarkan laporan Reuters pada Senin (26/10/2026), harga emas spot tercatat sekitar US$3.986,16 per troy ounce. Sementara itu, harga emas fisik pada platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X hari ini berada di posisi US$4.000,31 per troy ounce atau Rp2.362.023 per gram.

Perbedaan harga tersebut menunjukkan bahwa harga emas pada masing-masing acuan dan platform dapat berbeda. Harga emas fisik di JFXGOLD X menjadi salah satu indikator yang dapat dicermati pelaku pasar untuk mengikuti perkembangan harga emas melalui mekanisme perdagangan di bursa emas fisik.

Ekonom Memperkirakan The Fed Menahan Suku Bunga

Menjelang rapat FOMC, hasil survei Reuters terhadap 100 ekonom pada 16–20 Oktober 2026 menunjukkan bahwa 94 responden memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,75%–4,00% pada rapat Oktober. Seluruh responden memperkirakan kenaikan suku bunga pada Desember 2026.

Ekspektasi tersebut muncul di tengah inflasi yang masih berada di atas target 2% The Fed. Kenaikan biaya energi dan ketahanan ekonomi AS turut menjadi pertimbangan dalam prospek kebijakan moneter berikutnya.

Meski demikian, hasil survei ekonom merupakan proyeksi, bukan keputusan resmi bank sentral.

Inflasi dan Harga Energi Menjadi Perhatian

Dalam laporan Reuters yang diterbitkan pada Jumat (23/10), harga emas spot turun 0,6% menjadi US$ 998,35 per troy ounce. Harga tersebut sempat menyentuh level terendah sesi di US US$ 3.975,23 per troy ounce.

Reuters melaporkan bahwa kenaikan harga energi memperkuat kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi. Emas juga menghadapi tekanan ketika investor menilai kembali daya tarik aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga.

Kondisi ini membuat perkembangan harga minyak, dolar AS, dan imbal hasil Treasury menjadi sejumlah indikator yang perlu diperhatikan menjelang keputusan The Fed.

Keputusan FOMC Menjadi Katalis Berikutnya

Berdasarkan kalender resmi Federal Reserve, rapat FOMC berikutnya berlangsung pada 27–28 Oktober 2026. Keputusan suku bunga dijadwalkan diumumkan pada hari terakhir rapat.

Dalam keputusan sebelumnya pada 16 September 2026, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4,00%. Dalam pernyataan resminya, bank sentral AS menyebut aktivitas ekonomi masih berkembang dengan solid, sementara inflasi tetap tinggi.

Pasar kini menantikan apakah The Fed akan mempertahankan suku bunga pada Oktober serta bagaimana pejabat bank sentral memberikan sinyal mengenai kebijakan pada Desember.

Prospek Harga Emas

Pergerakan harga emas selanjutnya akan dipengaruhi oleh keputusan FOMC, perkembangan inflasi, serta respons pasar terhadap dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Apabila The Fed memberikan sinyal kebijakan yang lebih ketat, ekspektasi suku bunga tinggi dapat membatasi daya tarik emas. Sebaliknya, sinyal kebijakan yang lebih lunak berpotensi mendukung harga logam mulia.

Bagi pelaku pasar emas fisik di Indonesia, perkembangan harga emas global juga perlu dicermati bersama pergerakan nilai tukar rupiah dan harga yang terbentuk di masing-masing platform perdagangan.

Dengan demikian, keputusan FOMC pada 28 Oktober menjadi salah satu katalis penting yang dapat memengaruhi arah pasar emas dalam jangka pendek.

Transaksi emas fisik melalui platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X dapat diakses pada aplikasi METALGO+, NUNOMICS, serta fitur Pospay Gold pada aplikasi Pospay.

Disclaimer :
Informasi harga dan analisis pasar yang disampaikan bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu. Lakukan analisis dan pertimbangan secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

  • Related Posts

    Harga Emas JFXGOLD X Turun 2,40%, Terkoreksi Rp55 Ribu per Gram

    Jakarta, MetalNews Digital – Harga emas fisik di platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X turun 2,40% pada Jumat (23/10/2026). Penurunan tersebut setara dengan sekitar Rp55.000 per gram, membawa harga emas…

    IHSG Tertekan, Rupiah Melemah, Harga Emas Indonesia di Persimpangan

    Jakarta, MetalNewd Digital – Tekanan di pasar keuangan Indonesia berlanjut setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam akibat kekhawatiran terhadap status pasar modal Indonesia dalam indeks global MSCI.…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    Harga Emas Dunia Bergerak di Batas US$4.000, Pasar Menanti Keputusan FOMC The Fed

    Harga Emas Dunia Bergerak di Batas US$4.000, Pasar Menanti Keputusan FOMC The Fed

    Harga Emas JFXGOLD X Turun 2,40%, Terkoreksi Rp55 Ribu per Gram

    Harga Emas JFXGOLD X Turun 2,40%, Terkoreksi Rp55 Ribu per Gram

    IHSG Tertekan, Rupiah Melemah, Harga Emas Indonesia di Persimpangan

    IHSG Tertekan, Rupiah Melemah, Harga Emas Indonesia di Persimpangan

    Emas Dunia Tembus US$4.200 per Ons, Dolar AS Masih Jadi Ancaman!

    Emas Dunia Tembus US$4.200 per Ons, Dolar AS Masih Jadi Ancaman!

    FOMC Minutes Bikin Pasar Tegang, The Fed Buka Peluang Naikkan Bunga Lagi, Harga Emas ke Mana?

    FOMC Minutes Bikin Pasar Tegang, The Fed Buka Peluang Naikkan Bunga Lagi, Harga Emas ke Mana?

    FOMC Minutes Bisa Jadi Kompas, Kemana Harga Emas Berikutnya?

    FOMC Minutes Bisa Jadi Kompas, Kemana Harga Emas Berikutnya?