Fisik Emas JFXGOLD X Turun Rp. 12.000

Setelah mengalami kenaikan pada perdagangannya kemarin, hari ini Rabu (10/7/2024) fisik emas JFXGOLD X mengalami pelemahan sebanyak 0,67% per troy ounce dan menempati posisi US$ 2.381.24 per troy ounce. Pelemahan harga emas dunia berhasil mematahkan pergerakan meningkatnya harga selama tiga hari secara beruntun. Pelemahan harga emas dunia pada hari selasa ini bisa menjadi awal yang buruk bagi para investor emas. Turunnya harga emas dunia diduga terjadi akibat aksi taking profit oleh sebagian investor emas. Melansir dari Bloombergtechnoz.com lonjakan harga emas dunia dipicu oleh perkembangan di Amerika Serikat (AS). Akhir pekan lalu, US Bureau of Labor Statistic melaporkan data ketenagakerjaan periode Juni.

Melansir dari CNBC Indonesia adanya penurunan harga emas dunia terjadi akibat tekanan oleh reli risk-on di ekuitas dan aksi ambil untung alias taking profit oleh investor setelah emas reli tajam di sesi sebelumnya atas ekspektasi bahwa The Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS) dapat memangkas suku bunga pada bulan September. “Terlihat banyak aksi taking profit, dan ekuitas menguat sehingga menjadi sedikit faktor persaingan terhadap logam mulia,” ujar Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, dikutip dari Reuters.

Pergerakan harga emas dunia mempengaruhi harga fisik emas JFXGOLD X yang ditransaksikan menggunakan harga pasar dunia. Setelah mengalami kenaikan pada Senin kemarin (8/7/2024) hingga menempati posisi mendekati US$ 2.400 per troy ounce atau tepatnya berada di posisi US$ 2.397.31 per Troy Ounce atau Rp. 1.254.699 per gram, hari ini harga fisik emas JFXGOLD X kembali melemah sebanyak Rp. 12.285 per gram.

Melansir dari bloombergtechnoz.com adanya perkembangan ini menunjukkan bahwa perekonomian Negeri Adikuasa mulai ‘mendingin’ akibat adanya kebijakan moneter yang ketat, kondisi ini membuat suku bunga acuan saat ini berada di level tertinggi dalam 22 tahun terakhir. Artinya melalui kondisi ini AS sudah butuh perlonggaran untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan misalnya resesi.

Related Posts

Dolar Kian Perkasa, Rupiah Sentuh Rp18.000 dan Emas Kehilangan Momentum

Jakarta, MetalNews Digital – Rupiah kembali menjadi sorotan setelah sempat menyentuh level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan 4 Juni 2026. Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar…

Emas Masih Tertekan di Awal Juni, Harapan Rebound Belum Padam

Jakarta, MetalNews Digital – Harga emas dunia masih berada dalam tekanan pada awal Juni 2026 setelah mencatat koreksi sepanjang Mei. Meski demikian, sejumlah indikator menunjukkan peluang pemulihan harga masih terbuka…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

Dolar Kian Perkasa, Rupiah Sentuh Rp18.000 dan Emas Kehilangan Momentum

Dolar Kian Perkasa, Rupiah Sentuh Rp18.000 dan Emas Kehilangan Momentum

Emas Masih Tertekan di Awal Juni, Harapan Rebound Belum Padam

Emas Masih Tertekan di Awal Juni, Harapan Rebound Belum Padam

Emas Menguat di Tengah Pelemahan Dolar AS, Pasar Cermati Negosiasi Damai AS-Iran dan Arah Kebijakan The Fed

Emas Menguat di Tengah Pelemahan Dolar AS, Pasar Cermati Negosiasi Damai AS-Iran dan Arah Kebijakan The Fed

Harga Emas Global Melemah di Tengah Tekanan Minyak dan Ekspektasi Suku Bunga Tinggi

Harga Emas Global Melemah di Tengah Tekanan Minyak dan Ekspektasi Suku Bunga Tinggi

Harga Emas Global Stabil di Tengah Ketegangan Timur Tengah, JFXGOLD X Menguat Tipis

Harga Emas Global Stabil di Tengah Ketegangan Timur Tengah, JFXGOLD X Menguat Tipis

Harga Emas Global di Titik Kritis, Tertekan Yield Tinggi dan Dolar Kuat

Harga Emas Global di Titik Kritis, Tertekan Yield Tinggi dan Dolar Kuat