Mulai Bergerak Tinggalkan Zona Bearish, Harga Fisik Emas JFXGOLD X Naik 2 Hari Berturut-turut

Harga emas memiliki hubungan terbalik dengan Dolar AS, sebagian besar hubungan antara emas dan dolar ini bersifat translasi dimana harga emas dihargai dalam Dolar AS. Hal ini akan membuat Dolar AS yang lebih kuat akan menghasilkan harga emas dalam Dolar AS yang lebih rendah. Secara historis emas memiliki korelasi positif dengan inflasi karena emas dipandang sebagai penyimpan kekayaan jangka panjang untuk melawan penurunan daya beli mata uang. Suku bunga AS yang lebih tinggi biasanya dikaitkan dengan imbal hasil emas yang lebih rendah karena hal ini meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset berimbal hasil nol. “Kita sedang berada di periode stagnasi, dengan aktivitas yang terbatas dalam rentang tertentu, mencari data atau stimulus berikutnya yang dapat mendorong emas keluar dari rentang ini,” kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.
Seolah meng-iya kan apa yang dikatakan oleh David Meger, harga fisik emas JFXGOLD X mengalami kenaikan selama dua hari berturut-turut. Hal ini tercatat pada pergerakan harganya yang berhasil mengalami kenaikan sebanyak 0,96% pada hari Selasa, dan kembali mengalami kenaikan sebanyak 1,91% pada Rabu hari ini. Kenaikan yang terjadi pada pembukaan perdagangan pagi ini (11/12/2024) membawa fisik emas JFXGOLD X menduduki posisi US$. 2.710.31 per troy ounce atau Rp. 1.388.571 per gram. Melansir dari Investing.com kenaikan harga emas dunia yang pagi ini terjadi di sesi Asia didukung oleh perubahan kebijakan China dan risiko geopolitik Timur Tengah. Selain itu bank sentral China yang menambahkan cadangan emasnya untuk pertama kali dalam tujuh bulan kebelakang membuat permintaan emas meningkat. Ketegangan geopolitik yang terjadi di Timur Tengah juga memberikan penambahan kebutuhan logam mulia, karena investor berlomba-lomba mencari aset safe haven.

Melansir dari Bloomberg Technoz, secara teknikal dengan perspektif harian (Daily time frame) saat ini emas menghuni zona bullish. Hal ini terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 58,84 di atas 50. Hal ini menandakan bahwa suatu aset sedang berada dalam zona Bullish.

Rincian harga fisik emas JFXGOLD X 11 Desember 2024 :

  • 0,01 gram : Rp. 13.876
  • 0,05 gram : Rp. 69.380
  • 1 gram : Rp. 1.387.292
  • 2 gram : Rp. 2.774.904
  • 3 gram : Rp. 4.161.877
  • 4 gram : Rp. 5.549.530
  • 5 gram : Rp. 6.936.462
  • 10 gram : Rp. 13.872.924
  • 50 gram : Rp. 69.372.615
  • 100 gram : Rp. 138.745.260

Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

Related Posts

IHSG Tertekan, Rupiah Melemah, Harga Emas Indonesia di Persimpangan

Jakarta, MetalNewd Digital – Tekanan di pasar keuangan Indonesia berlanjut setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam akibat kekhawatiran terhadap status pasar modal Indonesia dalam indeks global MSCI.…

Emas Dunia Tembus US$4.200 per Ons, Dolar AS Masih Jadi Ancaman!

Jakarta, MetalNews Digital — Harga emas dunia bergerak menguat pada perdagangan Senin (12/10/2026), ketika investor mencermati perkembangan geopolitik dan menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat (AS). Penguatan tersebut turut mendorong…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

IHSG Tertekan, Rupiah Melemah, Harga Emas Indonesia di Persimpangan

IHSG Tertekan, Rupiah Melemah, Harga Emas Indonesia di Persimpangan

Emas Dunia Tembus US$4.200 per Ons, Dolar AS Masih Jadi Ancaman!

Emas Dunia Tembus US$4.200 per Ons, Dolar AS Masih Jadi Ancaman!

FOMC Minutes Bikin Pasar Tegang, The Fed Buka Peluang Naikkan Bunga Lagi, Harga Emas ke Mana?

FOMC Minutes Bikin Pasar Tegang, The Fed Buka Peluang Naikkan Bunga Lagi, Harga Emas ke Mana?

FOMC Minutes Bisa Jadi Kompas, Kemana Harga Emas Berikutnya?

FOMC Minutes Bisa Jadi Kompas, Kemana Harga Emas Berikutnya?

Emas Dunia Stabil, JFXGOLD X Naik 0,77% ke Rp2,45 Juta per Gram

Emas Dunia Stabil, JFXGOLD X Naik 0,77% ke Rp2,45 Juta per Gram

Harga Emas Global Menguat Saat Minyak Tembus US$100, Ini Pemicunya

Harga Emas Global Menguat Saat Minyak Tembus US$100, Ini Pemicunya