Cetak Rekor di Bulan Januari, Bagaimana Perjalanan Emas Fisik JFXGOLD X Bulan Februari?

Harga emas dunia ditutup menguat pada perdagangannya di akhir bulan Januari 2025. Penguatan harga emas dunia tentunya berdampak pada harga emas fisik JFXGOLD X yang transaksinya menggunakan harga pasar dunia. Perdagangan emas fisik JFXGOLD X sepanjang bulan Januari berhasil membawa harganya naik sebanyak Rp. 104.929 per gram. Kenaikan harga yang terjadi pada hari Jumat 31 Januari 2025 juga membawa emas fisik JFXGOLD X memecahkan rekor baru dengan menduduki posisi US$ 2.811,21/Toz atau Rp. 1.475.591 per gram. Kenaikan sebesar 4,96% per troy ounce dalam waktu hanya satu bulan membuat sebagian investor melakukan transaksi penjualan. Kendati demikian, ada juga yang memilih untuk mempertahankan kepemilikannya demi menyambut ramalan Goldman Sachs dimana harga emas dunia bisa tembus US$ 3.000 per troy ounce.

Melansir dari CNBC Indonesia, Ahli Strategi Komoditas Goldman Sachs Research, Lina Thomas mengatakan harga emas telah naik sekitar 40% selama dua belas bulan terakhir menjadi lebih dari US$ 2.700 per troy ounce. Hal ini dikarenakan bank sentral Amerika Serikat yang terus meningkatkan pembelian logam mulia. Di sisi lain, adanya penurunan suku bunga dari Federal Reserve AS menjadi poin yang diperhitungkan oleh investor, karena biasanya perdagangan emas sejalan dengan suku bunga. “Sebagai aset yang tidak menawarkan hasil apa pun, aset ini biasanya menjadi kurang menarik bagi investor ketika suku bunga lebih tinggi, dan biasanya lebih diminati ketika suku bunga turun,” jelas Thomas dikutip dari Fund Selector Asia, Minggu (2/2/2025).

Secara teknikal dengan perspektif bulanan, jika dilihat dari Relative Strength Index (RSI) sebesar 77,16 menandakan posisi emas mantap berada di zona bullish. RSI di atas 50 yang menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Dilansir dari bloombergtechnoz.com posisi RSI di atas 70 perlu berhati-hati, hal ini dapat diartikan juga menjadi sinyal sudah jenuh atau (overbought). Namun dengan kenaikan yang cukup tinggi, adanya kemungkinan harga emas akan mengalami koreksi pada bulan Februari.

Rincian harga emas fisik JFXGOLD X 3 Februari 2025 :

  • 0,01 gram : Rp. 14.748
  • 0,05 gram : Rp. 73.733
  • 1 gram : Rp. 1. 474.508
  • 2 gram : Rp. 2.949.686
  • 3 gram : Rp. 4.423.029
  • 4 gram : Rp. 5.897.372
  • 5 gram : Rp. 7.370.889
  • 10 gram : Rp. 14.745.081
  • 50 gram : Rp. 73.725.405
  • 100 gram : Rp. 147.450.810

Related Posts

Dolar Kian Perkasa, Rupiah Sentuh Rp18.000 dan Emas Kehilangan Momentum

Jakarta, MetalNews Digital – Rupiah kembali menjadi sorotan setelah sempat menyentuh level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan 4 Juni 2026. Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar…

Emas Masih Tertekan di Awal Juni, Harapan Rebound Belum Padam

Jakarta, MetalNews Digital – Harga emas dunia masih berada dalam tekanan pada awal Juni 2026 setelah mencatat koreksi sepanjang Mei. Meski demikian, sejumlah indikator menunjukkan peluang pemulihan harga masih terbuka…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

Dolar Kian Perkasa, Rupiah Sentuh Rp18.000 dan Emas Kehilangan Momentum

Dolar Kian Perkasa, Rupiah Sentuh Rp18.000 dan Emas Kehilangan Momentum

Emas Masih Tertekan di Awal Juni, Harapan Rebound Belum Padam

Emas Masih Tertekan di Awal Juni, Harapan Rebound Belum Padam

Emas Menguat di Tengah Pelemahan Dolar AS, Pasar Cermati Negosiasi Damai AS-Iran dan Arah Kebijakan The Fed

Emas Menguat di Tengah Pelemahan Dolar AS, Pasar Cermati Negosiasi Damai AS-Iran dan Arah Kebijakan The Fed

Harga Emas Global Melemah di Tengah Tekanan Minyak dan Ekspektasi Suku Bunga Tinggi

Harga Emas Global Melemah di Tengah Tekanan Minyak dan Ekspektasi Suku Bunga Tinggi

Harga Emas Global Stabil di Tengah Ketegangan Timur Tengah, JFXGOLD X Menguat Tipis

Harga Emas Global Stabil di Tengah Ketegangan Timur Tengah, JFXGOLD X Menguat Tipis

Harga Emas Global di Titik Kritis, Tertekan Yield Tinggi dan Dolar Kuat

Harga Emas Global di Titik Kritis, Tertekan Yield Tinggi dan Dolar Kuat