Dalam Sehari Emas Fisik JFXGOLD X Naik Rp. 35.000/gram

Dampak Keputusan Moody’s Investors Service berhasil menopang harga emas dunia sampai dengan hari ini. Moody’s Investors Service mengeluarkan keputusan untuk memangkas peringkat kredit pemerintah Amerika Serikat (AS) dari AAA menjadi AA1. Penurunan peringkat AS memicu aliran safe haven ke emas, hal ini menopang harga meskipun ada sentimen risiko yang beragam. Pada minggu ini harga emas dunia kembali menguat, hal tersebut terjadi pula pada harga emas fisik JFXGOLD X yang transaksinya menggunakan harga pasar dunia. Misalnya saja pada perdagangannya hari Senin (19/5/2025) harga emas dunia dalam hal ini adalah harga emas fisik JFXGOLD X berhasil menguat dan menempati posisi US$ 3.228.3 per troy ounce atau Rp. 1.740.952 per gram.

Tidak berhenti disitu, dampak dari perubahan peringkat kredit pemerintah Amerika Serikat (AS) dari AAA menjadi AA1 masih terasa sampai dengan hari ini. Rabu 21 Mei 2025 harga emas fisik JFXGOLD X kembali lanjutkan penguatannya, hal ini membawa harganya menguat sebanyak 2,23% per troy ounce atau Rp. 35.000 per gram, sehingga pada perdagangan hari ini emas fisik JFXGOLD X berhasil menempati posisi US$ 3.297.36 per troy ounce atau Rp. 1.767.027 per gram.

Penguatan harga emas yang sedang terjadi saat ini, membawa harga nya menempati zona hijau, dimana harga emas dunia sedang berada di posisi tertinggi dalam 2 minggu terakhir. Dilansir dari Bloomberg Technoz, secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas berada di zona bullish. Hal ini terlihat dari Relative Strength Index (RSI) sebesar 53,95. Dimana RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun saat ini RSI emas belum jauh dari 50, sehingga bisa dikatakan masih cenderung netral.

“Masih ada tingkat ketidakpastian di pasar. Yang paling menonjol, penurunan peringkat Moody’s, melemahnya dolar telah mendukung kompleks logam mulia secara keseluruhan,” ujar David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures, kepada Reuters dilansir dari CNBC Indonesia.

Rincian Harga Emas Fisik JFXGOLD X 21 Mei 2025 :

  • 0,01 gr : Rp. 17.670
  • 0,05 gr : Rp. 88.351
  • 0,1 gr : Rp. 176.703
  • 0,5 gr : Rp. 883.514
  • 1 gr : Rp. 1.767.027
  • 5 gr : Rp. 8.835.136
  • 10 gr : Rp. 17.670.271
  • 50 gr : Rp. 88.351.355

Simak informasi lainnya, hanya di MetalNews.

Related Posts

Harga Emas Global Bergerak Terbatas, Pasar Menanti Sinyal The Fed; Harga Emas Domestik Masih Stabil

Jakarta, MetalNews Digital – Harga emas global bergerak terbatas pada perdagangan Selasa (21/7/2026) seiring sikap hati-hati pelaku pasar menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan berlangsung pada akhir…

Harga Emas Awali Pekan dengan Sentimen Beragam, Pasar Fokus ke Inflasi dan Arah The Fed

Jakarta, MetalNews Digital – Pergerakan harga emas mengawali perdagangan pekan ini dengan sentimen yang beragam. Di satu sisi, harga emas global masih dibayangi tekanan akibat meningkatnya ekspektasi suku bunga tinggi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

Harga Emas Global Bergerak Terbatas, Pasar Menanti Sinyal The Fed; Harga Emas Domestik Masih Stabil

Harga Emas Global Bergerak Terbatas, Pasar Menanti Sinyal The Fed; Harga Emas Domestik Masih Stabil

Harga Emas Awali Pekan dengan Sentimen Beragam, Pasar Fokus ke Inflasi dan Arah The Fed

Harga Emas Awali Pekan dengan Sentimen Beragam, Pasar Fokus ke Inflasi dan Arah The Fed

Harga Emas Global Tertekan Sepanjang Pekan, Geopolitik Tak Lagi Jadi Penopang Utama

Harga Emas Global Tertekan Sepanjang Pekan, Geopolitik Tak Lagi Jadi Penopang Utama

Kenapa Semua Investor Menunggu Data NFP?

Kenapa Semua Investor Menunggu Data NFP?

Harga Emas Global Bangkit di Awal Juli, Emas Fisik di Platform JFXGOLD X Naik Rp52 Ribu per Gram dalam Sepekan

Harga Emas Global Bangkit di Awal Juli, Emas Fisik di Platform JFXGOLD X Naik Rp52 Ribu per Gram dalam Sepekan

Harga Emas Global Bangkit di Awal Juli, Investor Kembali Berburu Aset Safe Haven

Harga Emas Global Bangkit di Awal Juli, Investor Kembali Berburu Aset Safe Haven