Harga Emas Cetak Rekor Baru di Atas US$5.200/toz, Didorong Pelemahan Dolar dan Pembelian Bank Sentral

Jakarta, MetalNews Digital — Harga emas dunia kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa dengan menembus level US$5.200 per troy ounce pada perdagangan terbaru. Kenaikan harga logam mulia tersebut didorong oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS), penurunan imbal hasil riil, serta berlanjutnya pembelian oleh bank sentral dan instrumen exchange-traded fund (ETF) di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Penguatan harga emas terjadi seiring menguatnya sentimen penghindaran risiko di pasar keuangan internasional. Investor global cenderung mengalihkan dana ke aset aman di tengah kekhawatiran terhadap arah kebijakan moneter AS, ketidakpastian politik, serta dinamika ekonomi global yang masih rapuh.

Kenaikan harga emas global tersebut tercermin di pasar domestik melalui platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X. Pada perdagangan hari ini, Rabu (28/1/2026), harga emas di Bursa Emas Fisik JFXGOLD X tercatat berada di level US$5.241,06 per troy ounce, setara dengan Rp2.862.407 per gram. Dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya, harga tersebut meningkat 3,17 persen atau sekitar Rp76.000 per gram dalam satu hari perdagangan.

Dari sisi fundamental, pelaku pasar semakin memperhitungkan peluang bahwa Bank Sentral AS (The Federal Reserve) akan menghentikan atau menyesuaikan kebijakan moneternya lebih awal dari perkiraan sebelumnya. Perubahan ekspektasi tersebut menekan imbal hasil riil obligasi AS dan menopang kenaikan harga emas, yang secara historis memiliki korelasi negatif terhadap imbal hasil dan nilai tukar dolar AS.

Selain faktor moneter, risiko geopolitik yang masih tinggi serta ketidakpastian politik di sejumlah kawasan turut memperkuat permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai. Aktivitas pembelian oleh bank sentral dan institusi keuangan global dinilai mencerminkan upaya diversifikasi cadangan serta perlindungan nilai aset di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global.

Meski demikian, Head of Research, Analysis, and Market Development Metalbank Global Monetary – Robby Leonardo, menilai potensi volatilitas harga emas dalam jangka pendek masih tetap tinggi. Menurutnya, sikap kebijakan The Fed yang lebih ketat (hawkish), melemahnya aliran dana ke ETF, atau rilis data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan—terutama data inflasi dan ketenagakerjaan—berpotensi memicu koreksi harga emas.

“Dalam jangka pendek, pergerakan harga emas masih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global dan arah kebijakan moneter AS. Selama pembelian bank sentral dan aliran dana ke ETF tetap berlanjut, tren penguatan harga emas dinilai masih memiliki dukungan struktural yang kuat, meskipun diiringi fluktuasi yang signifikan,” ujar Robby kepada MetalNews.

Sementara itu, dinamika kebijakan moneter AS juga berdampak terhadap pergerakan aset global lainnya. Mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, cenderung bergerak dalam rentang terbatas seiring perubahan arah dolar AS dan imbal hasil obligasi AS. Kondisi tersebut mencerminkan bahwa ekspektasi terhadap kebijakan The Fed masih menjadi faktor dominan dalam membentuk arah pasar keuangan global.

Transaksi emas melalui platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X dapat diakses melalui aplikasi METALGO+, NUNOMICS, serta fitur Pospay Gold pada aplikasi Pospay.

Disclaimer :
Informasi harga dan analisis pasar yang disampaikan bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu. Lakukan analisis dan pertimbangan secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

  • Related Posts

    Emas Dunia Tembus US$4.200 per Ons, Dolar AS Masih Jadi Ancaman!

    Jakarta, MetalNews Digital — Harga emas dunia bergerak menguat pada perdagangan Senin (12/10/2026), ketika investor mencermati perkembangan geopolitik dan menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat (AS). Penguatan tersebut turut mendorong…

    FOMC Minutes Bikin Pasar Tegang, The Fed Buka Peluang Naikkan Bunga Lagi, Harga Emas ke Mana?

    Jakarta, MetalNews Digital — Federal Reserve (The Fed) kembali mengirimkan sinyal penting kepada pasar. FOMC Minutes dari rapat 15–16 September 2026 yang dirilis pada Rabu (7/10/2026) menunjukkan mayoritas pejabat bank…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    Emas Dunia Tembus US$4.200 per Ons, Dolar AS Masih Jadi Ancaman!

    Emas Dunia Tembus US$4.200 per Ons, Dolar AS Masih Jadi Ancaman!

    FOMC Minutes Bikin Pasar Tegang, The Fed Buka Peluang Naikkan Bunga Lagi, Harga Emas ke Mana?

    FOMC Minutes Bikin Pasar Tegang, The Fed Buka Peluang Naikkan Bunga Lagi, Harga Emas ke Mana?

    FOMC Minutes Bisa Jadi Kompas, Kemana Harga Emas Berikutnya?

    FOMC Minutes Bisa Jadi Kompas, Kemana Harga Emas Berikutnya?

    Emas Dunia Stabil, JFXGOLD X Naik 0,77% ke Rp2,45 Juta per Gram

    Emas Dunia Stabil, JFXGOLD X Naik 0,77% ke Rp2,45 Juta per Gram

    Harga Emas Global Menguat Saat Minyak Tembus US$100, Ini Pemicunya

    Harga Emas Global Menguat Saat Minyak Tembus US$100, Ini Pemicunya

    Emas Tertekan di US$4.400, Pasar Kembali Soroti Suku Bunga The Fed

    Emas Tertekan di US$4.400, Pasar Kembali Soroti Suku Bunga The Fed