Emas Global Bertahan di Atas US$5.000 per Troy Ounce, Pasar Oportunis Namun Tetap Rapuh Jelang Data AS

Jakarta, MetalNews Digital – Harga emas global memperpanjang kenaikan dan bertahan di atas level psikologis US$5.000 per troy ounce, didorong oleh pelemahan dolar AS, meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed), serta berlanjutnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.

Berdasarkan data pasar, harga emas spot tercatat naik 1,3% ke kisaran US$5.026 per troy ounce, melanjutkan lonjakan tajam pada sesi sebelumnya. Sejalan dengan itu, harga emas di Bursa Emas Fisik JFXGOLD X menguat sekitar 3,94% atau setara Rp121.710 per gram, ke level US$4.979,47 per troy ounce atau sekitar Rp2.756.559 per gram.

Pelemahan dolar AS yang berada di level terendah sejak awal Februari membuat harga emas menjadi lebih murah bagi pembeli global. Kondisi tersebut memicu aksi beli lanjutan, termasuk pembelian di area koreksi.

Meski tren jangka menengah emas masih positif, pergerakan harga dalam jangka pendek tetap diwarnai volatilitas tinggi. Aktivitas leverage, aliran dana commodity trading advisor (CTA), serta posisi spekulatif jangka pendek menciptakan fluktuasi harga intraday yang signifikan. Pelaku pasar cenderung menerapkan strategi akumulasi bertahap pada saat koreksi, khususnya di area US$4.900 per troy ounce, disertai langkah lindung nilai.

Head of Research, Analyst and Market Development Metalbank Global Monetary, Robby Leonardo, mengatakan fokus pelaku pasar saat ini tertuju pada rilis data tenaga kerja dan inflasi Amerika Serikat, yang akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga The Fed.

“Pasar memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga pada 2026, dengan peluang pemotongan pertama mulai pertengahan tahun. Lingkungan suku bunga rendah secara historis mendukung kinerja emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil,” ujar Robby kepada MetalNews Digital.

Di pasar keuangan global, sentimen investor mencerminkan kondisi oportunistis namun rapuh. Saham AS mencatat rebound taktis, terutama pada sektor teknologi dan semikonduktor yang sebelumnya tertekan, namun pergerakannya tetap sensitif terhadap rilis data ekonomi. Sementara itu, pasar Asia dibuka dengan minat risiko (risk appetite) yang membaik, meski komoditas dan mata uang bergerak relatif hati-hati.

Di dalam negeri, nilai tukar rupiah masih bergerak rentan di kisaran 16.700–16.900 per dolar AS, tertekan oleh arus keluar modal asing dan isu tata kelola. Kondisi tersebut memperkuat urgensi penerapan strategi lindung nilai bagi korporasi dan investor domestik.

Sementara dari logam mulia lainnya, harga perak melonjak lebih agresif, naik lebih dari 4% ke kisaran US$81 per ounce, menandakan tingginya minat spekulatif di pasar logam mulia.

Secara keseluruhan, emas masih berada dalam tren naik struktural, namun pasar kini memasuki fase krusial. Arah pergerakan selanjutnya akan sangat ditentukan oleh data tenaga kerja dan inflasi AS, dengan volatilitas tinggi diperkirakan tetap menjadi tema utama dalam waktu dekat.

Transaksi emas fisik melalui platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X dapat diakses pada aplikasi METALGO+, NUNOMICS, serta fitur Pospay Gold pada aplikasi Pospay.

Disclaimer:
Informasi harga dan analisis pasar yang disampaikan bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu. Lakukan analisis dan pertimbangan secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

  • Related Posts

    AS Alami Partial Shutdown, Harga Emas Fisik di Platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X Turun Rp. 460 ribu/gram

    Jakarta, MetalNews Digital – Pemerintah Amerika Serikat mengalami penutupan sebagian (partial government shutdown) sejak 31 Januari 2026 setelah Kongres gagal mencapai kesepakatan terkait anggaran federal tahun fiskal 2026. Kondisi ini…

    Harga Emas Terkoreksi Usai Sentuh Rekor, Namun Melaju ke Harga Terbaik sejak 1980-an

    Jakarta, MetalNews Digital – Harga emas global terkoreksi pada Kamis (waktu AS) seiring aksi ambil untung investor setelah logam mulia itu mencetak rekor tertinggi. Meski mengalami tekanan, emas masih berada…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    Emas Global Bertahan di Atas US$5.000 per Troy Ounce, Pasar Oportunis Namun Tetap Rapuh Jelang Data AS

    Emas Global Bertahan di Atas US$5.000 per Troy Ounce, Pasar Oportunis Namun Tetap Rapuh Jelang Data AS

    AS Alami Partial Shutdown, Harga Emas Fisik di Platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X Turun Rp. 460 ribu/gram

    AS Alami Partial Shutdown, Harga Emas Fisik di Platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X Turun Rp. 460 ribu/gram

    Harga Emas Terkoreksi Usai Sentuh Rekor, Namun Melaju ke Harga Terbaik sejak 1980-an

    Harga Emas Terkoreksi Usai Sentuh Rekor, Namun Melaju ke Harga Terbaik sejak 1980-an

    Harga Emas Cetak Rekor Baru di Atas US$5.200/toz, Didorong Pelemahan Dolar dan Pembelian Bank Sentral

    Harga Emas Cetak Rekor Baru di Atas US$5.200/toz, Didorong Pelemahan Dolar dan Pembelian Bank Sentral

    Permintaan Safe-Haven Angkat Harga Emas ke Level Historis

    Permintaan Safe-Haven Angkat Harga Emas ke Level Historis

    Harga Emas Tembus US$5.000/toz, Bursa Emas Fisik JFXGOLD X Naik 17% di Awal 2026

    Harga Emas Tembus US$5.000/toz, Bursa Emas Fisik JFXGOLD X Naik 17% di Awal 2026