Konflik Timur Tengah Memanas, Emas Berpotensi Meledak ke $5.448/toz

Jakarta, MetalNews Digital – Ketegangan geopolitik dan gangguan pasokan energi kembali menjadi penggerak utama pasar global. Konflik di Timur Tengah yang terus berkembang mendorong investor meningkatkan eksposur pada aset lindung nilai, terutama emas, sementara pasar energi dan mata uang negara berkembang ikut merasakan dampaknya.

Pada perdagangan Jumat, harga emas global kembali menguat sekitar 1% setelah sempat turun lebih dari 1% pada sesi sebelumnya. Harga emas spot tercatat di sekitar $5.124 per troy ounce, sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April naik 1,1% ke $5.131. Kenaikan ini terjadi ketika investor kembali mencari aset aman di tengah meningkatnya ketidakpastian akibat konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Konflik yang kini memasuki hari keenam tersebut memicu eskalasi militer yang lebih luas. Iran dilaporkan melancarkan serangan ke Israel, Uni Emirat Arab, dan Qatar, sementara Amerika Serikat menyatakan memiliki cukup amunisi untuk melanjutkan operasi udara tanpa batas waktu. Kampanye militer AS–Israel yang dimulai sejak akhir pekan lalu telah menargetkan berbagai fasilitas di Iran dan memicu serangan balasan.

Eskalasi ini tidak hanya meningkatkan risiko geopolitik, tetapi juga mengganggu jalur distribusi energi global. Gangguan pada pengiriman tanker dan jalur pelayaran strategis di kawasan tersebut menjadi faktor operasional utama yang memicu penyesuaian harga komoditas. Harga minyak Brent untuk kontrak bulan depan kini mengetat di kisaran $84–85 per barel, mencerminkan tekanan pasokan jangka pendek. Jika hambatan pengiriman terus berlanjut, pasar menilai risiko harga minyak dapat meningkat ke kisaran $90 hingga $100 per barel.

Lonjakan harga energi ini menciptakan apa yang disebut pelaku pasar sebagai shock arus kas akibat gangguan pasokan, bukan perubahan fundamental pada permintaan global. Namun dampaknya langsung terasa pada inflasi dan sentimen pasar keuangan.

Dalam konteks ini, emas kembali berfungsi sebagai asuransi taktis terhadap risiko geopolitik. Sepanjang tahun ini, harga emas telah naik sekitar 18%, mencetak rekor tertinggi berulang kali seiring meningkatnya ketidakpastian global. Arus dana juga terlihat meningkat, dengan aliran ke ETF emas yang bertambah pada pekan ini—menandakan permintaan dari investor institusional.

Robby Leonardo – Head of Research Analyst and Market Development, MetalBank Global Monetary menyebut pergerakan emas saat ini masih berada dalam fase konsolidasi teknikal dengan bias naik.

“Dalam jangka pendek, harga emas diperkirakan akan bergerak fluktuatif dengan level dukungan di sekitar $5.040 dan resistensi utama di $5.280. Jika level resistensi ini berhasil ditembus, emas berpotensi melanjutkan kenaikan menuju $5.448. Sentimen pasar juga menunjukkan posisi net long yang meningkat, dengan investor institusional menjadi pembeli dominan, sementara investor ritel mulai menunjukkan tanda FOMO ringan.” jelas Robby kepada tim MetalNews Digital.

Meski demikian, reli emas tidak sepenuhnya tanpa batas. Penguatan dolar AS dan pergerakan imbal hasil riil masih menjadi faktor yang dapat menahan laju kenaikan. Karena itu, pergerakan emas saat ini lebih mencerminkan permintaan lindung nilai dan aliran dana, bukan perubahan struktural pada siklus suku bunga global.

Di pasar saham Amerika Serikat, dinamika yang berbeda terlihat. Indeks utama seperti S&P 500 dan Nasdaq masih bergerak naik, namun kepemimpinan pasar semakin sempit, hanya ditopang oleh sejumlah kecil saham berkapitalisasi besar. Level 6.800 pada S&P 500 menjadi titik pivot penting bagi investor. Selama indeks berada di sekitar level ini, strategi yang banyak diambil adalah melakukan lindung nilai terhadap posisi yang terlalu terkonsentrasi dan menahan diri dari ekspansi risiko yang agresif.

Sementara itu, pasar negara berkembang juga ikut merasakan tekanan dari lonjakan energi. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD/IDR) dinilai cukup rentan terhadap kenaikan harga minyak, karena dapat memperbesar tekanan pada neraca perdagangan energi Indonesia. Arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek diperkirakan sangat bergantung pada langkah intervensi Bank Indonesia di pasar valuta asing.

Di pasar saham domestik, IHSG masih menghadapi tekanan akibat arus keluar dana asing. Namun analis menilai situasi ini dapat berubah relatif cepat jika aliran dana global kembali masuk ke pasar negara berkembang.

Secara keseluruhan, pasar global saat ini berada dalam fase risk re-calibration, di mana konflik geopolitik memicu gangguan pasokan energi, meningkatkan volatilitas komoditas, dan mendorong investor kembali ke aset aman. Dalam lanskap seperti ini, emas tetap menjadi salah satu instrumen utama yang digunakan investor untuk melindungi portofolio dari ketidakpastian global.

Transaksi emas fisik melalui platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X dapat diakses pada aplikasi METALGO+, NUNOMICS, serta fitur Pospay Gold pada aplikasi Pospay.

Disclaimer :
Informasi harga dan analisis pasar yang disampaikan bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu. Lakukan analisis dan pertimbangan secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

  • Related Posts

    Harga Emas Melonjak 1,37%, Pasar Global Masuk Mode “Risk-Off” Pasca Serangan AS–Israel ke Iran

    Jakarta, MetalNews Digital – Harga emas dunia melonjak pada perdagangan Senin (waktu setempat) setelah serangan besar-besaran Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu gelombang pelarian aset berisiko (risk-off) di pasar…

    Harga Emas Naik di Tengah Kekhawatiran Tarif AS, JFXGOLD X Melesat Hampir 4% Tembus US$ 5.165 per troy ounce

    Harga emas dunia menguat sekitar 1 persen dan kembali mendekati level psikologis US$5.000 per troy ounce, seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kebijakan tarif baru Amerika Serikat serta pelemahan dolar AS.…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    Konflik Timur Tengah Memanas, Emas Berpotensi Meledak ke $5.448/toz

    Konflik Timur Tengah Memanas, Emas Berpotensi Meledak ke $5.448/toz

    Harga Emas Melonjak 1,37%, Pasar Global Masuk Mode “Risk-Off” Pasca Serangan AS–Israel ke Iran

    Harga Emas Melonjak 1,37%, Pasar Global Masuk Mode “Risk-Off” Pasca Serangan AS–Israel ke Iran

    Harga Emas Naik di Tengah Kekhawatiran Tarif AS, JFXGOLD X Melesat Hampir 4% Tembus US$ 5.165 per troy ounce

    Harga Emas Naik di Tengah Kekhawatiran Tarif AS, JFXGOLD X Melesat Hampir 4% Tembus US$ 5.165 per troy ounce

    Emas Global Bertahan di Atas US$5.000 per Troy Ounce, Pasar Oportunis Namun Tetap Rapuh Jelang Data AS

    Emas Global Bertahan di Atas US$5.000 per Troy Ounce, Pasar Oportunis Namun Tetap Rapuh Jelang Data AS

    AS Alami Partial Shutdown, Harga Emas Fisik di Platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X Turun Rp. 460 ribu/gram

    AS Alami Partial Shutdown, Harga Emas Fisik di Platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X Turun Rp. 460 ribu/gram

    Harga Emas Terkoreksi Usai Sentuh Rekor, Namun Melaju ke Harga Terbaik sejak 1980-an

    Harga Emas Terkoreksi Usai Sentuh Rekor, Namun Melaju ke Harga Terbaik sejak 1980-an