Permintaan Aset Safe Haven Meningkat Usai Trump Ancam Pecat Ketua The Fed

Harga emas dunia alami penguatan pada perdagangannya hari ini. Senin (14/7/2025) harga emas fisik di bursa komoditi JFX menguat sejalan dengan penguatan harga emas dunia. Penguatan ini membawa harganya naik 1,27% dan menempati angka US$ 3.370.45 per troy ounce atau Rp.1.786.818 per gram.

Usai presiden Amerika Serikat (AS) umumkan tarif baru Donald Trump kembali gegerkan pasar. Kali ini Trump memberikan ancaman untuk memecat Ketua The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. Serangan Trump yang semakin agresif terhadap Powell memicu crash market serta jatuhnya pasar saham yang membuat permintaan aset safe haven menjadi meningkat.

Kelvin Wong, Analis senior OANDA mengatakan adanya permintaan aset safe haven yang terlihat meningkat usai ketidakpastian implementasi kebijakan tarif perdagangan global AS. Sedangkan untuk investor sendiri saat ini masih menunggu data inflasi AS untuk bulan Juni yang akan dirilis pada hari Selasa. Melalui data inflasi ini, investor berharap dapat mendapat lebih banyak petunjuk mengenai tingkat suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat The Federal Reserve (The Fed).

Dilansir dari CNBC Indonesia, Aakash Doshi, kepala strategi emas global di State Street Global Advisors mengatakan emas akan mendapat tawaran sebagai aset safe haven. Menurutnya, harga emas akan melesat pada akhir kuartal III atau September
2025.

“Kita berada dalam situasi di mana premi ketidakpastian kembali muncul di pasar dan emas mendapatkan tawaran sebagai aset safe haven,” ujar Aakash Doshi, kepala
strategi emas global di State Street Global Advisors.

“Saya pikir kisaran harga di kuartal ketiga kemungkinan besar antara US$3.100 hingga US$3.500 per troy ons. Semester pertama tahun ini sangat kuat, dan saya yakin kita sekarang berada dalam fase konsolidasi yang lebih dalam,” tambah Doshi.

Saat ini pasar memperkirakan pelonggaran suku bunga The Fed sebesar lebih dari 50 basis poin pada bulan Desember. Emas yang sering dianggap sebagai aset safe haven selama ketidakpastian ekonomi, cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah.

Pemantauan harga dan transaksi emas fisik secara digital di Bursa Komoditi melalui platform JFXGOLD X dapat diaskes pada aplikasi METALGO+, NUNOMICS, dan fitur Pospay Gold di dalam aplikasi Pospay.

Related Posts

Emas Kembali Menguat di Atas US$4.400, Pasar Menanti Data NFP AS

Jakarta, MetalNews Digital – Harga emas global kembali menguat pada perdagangan Kamis (3/9/2026) dan bergerak di atas level US$4.400 per troy ounce. Penguatan terjadi setelah dolar AS dan imbal hasil…

Menguat 14% JFXGOLD X Tembus Rp2,7 juta/gram, Pasar Bidik US$5.000 per Troy Ounce

Jakarta, MetalNews — Harga emas global terus menguat sepanjang Agustus 2026. Hingga Rabu (26/8/2026), harga emas telah naik lebih dari 14% secara bulanan dan bergerak di kisaran US$4.650 per troy…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

Emas Kembali Menguat di Atas US$4.400, Pasar Menanti Data NFP AS

Emas Kembali Menguat di Atas US$4.400, Pasar Menanti Data NFP AS

Menguat 14% JFXGOLD X Tembus Rp2,7 juta/gram, Pasar Bidik US$5.000 per Troy Ounce

Menguat 14% JFXGOLD X Tembus Rp2,7 juta/gram, Pasar Bidik US$5.000 per Troy Ounce

Harga Emas Menguat, JFXGOLD X Naik 8,48% Sepanjang Agustus 2026

Harga Emas Menguat, JFXGOLD X Naik 8,48% Sepanjang Agustus 2026

Gold Kembali Menguat ke US$4.400, Pasar Mulai Pangkas Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Gold Kembali Menguat ke US$4.400, Pasar Mulai Pangkas Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Siapa Sebenarnya yang Menentukan Harga Emas Dunia?

Siapa Sebenarnya yang Menentukan Harga Emas Dunia?

Harga Emas Global Melonjak ke Level Tertinggi Tujuh Pekan, JFXGOLD X Ikut Menguat Rp. 87 ribu/gram

Harga Emas Global Melonjak ke Level Tertinggi Tujuh Pekan, JFXGOLD X Ikut Menguat Rp. 87 ribu/gram