Harga Emas Tembus US$4.800/oz untuk Pertama Kalinya, Risk-Off Global Menguat di Tengah Ketegangan AS–UE

Jakarta, MetalNews Digital – Harga emas dunia mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa, menembus level US$4.800 per troy ounce untuk pertama kalinya, seiring meningkatnya sentimen risk-off di pasar global dalam 24 jam terakhir. Lonjakan harga emas terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE), serta pelemahan dolar AS.

Pada perdagangan Rabu (21/1/2026), harga emas di platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X tercatat menguat 4,43% menjadi US$4.880,25 per troy ounce atau Rp2.701.180 per gram pada pukul 12.37 WIB, setelah sebelumnya sempat menyentuh rekor intraday di level US$4.760,81 per troy ounce.

Penguatan emas dipicu oleh meningkatnya permintaan terhadap aset aman (safe haven) di tengah kekhawatiran pasar atas langkah Presiden AS Donald Trump yang kembali menegaskan ambisinya untuk menguasai Greenland. Pernyataan tersebut dinilai berpotensi memicu kembali konflik dagang dengan Eropa serta menimbulkan ketegangan baru dalam aliansi NATO, sehingga mendorong meningkatnya aversi risiko investor global.

Analis pasar senior Capital.com, Kyle Rodda, menyebut lonjakan harga emas mencerminkan menurunnya kepercayaan investor terhadap aset keuangan AS. Investor global mulai melepas dolar AS dan obligasi pemerintah, khususnya pada tenor jangka panjang, dan mengalihkan dana ke emas sebagai instrumen lindung nilai.

“Pergerakan harga emas mencerminkan kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan geopolitik global dan langkah-langkah proteksionis AS,” ujar Rodda, dikutip dari Reuters.com.

Dalam periode yang sama, indeks saham AS mengalami koreksi, sementara tekanan aversi risiko turut menjalar ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Di sisi lain, harga minyak dunia menguat secara terbatas, didorong oleh isu pasokan jangka pendek, meskipun pergerakannya masih bersifat volatil.

Dari sisi fundamental, emas turut diuntungkan oleh penurunan imbal hasil riil dan meningkatnya permintaan terhadap aset berdurasi panjang. Selain itu, arus dana ke exchange-traded fund (ETF) emas kembali mencatatkan kenaikan, menandakan meningkatnya kebutuhan lindung nilai portofolio, baik dari investor institusional maupun ritel.

Pelemahan dolar AS, yang berada di dekat level terendah dalam tiga pekan terakhir terhadap euro dan franc Swiss, turut memperkuat reli emas. Kondisi tersebut membuat emas, yang diperdagangkan dalam denominasi dolar AS, menjadi lebih murah bagi pembeli global.

Sementara itu, pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan moneter The Federal Reserve. Bank sentral AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan 27–28 Januari, meskipun terdapat tekanan politik untuk melakukan pemangkasan. Lingkungan suku bunga rendah secara historis cenderung mendukung kinerja emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Di pasar logam mulia lainnya, pergerakan harga tercatat bervariasi. Perak, platinum, dan paladium mengalami koreksi setelah sebelumnya juga mencetak rekor tertinggi masing-masing.

Ke depan, pelaku pasar akan menaruh perhatian pada rilis data ekonomi utama AS, termasuk data tenaga kerja dan inflasi (CPI), serta sinyal lanjutan dari Federal Reserve. Perubahan ekspektasi suku bunga dinilai berpotensi membalikkan sentimen pasar secara cepat dalam 48–72 jam ke depan.

Nabung Emas via Platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X dapat diakses melalui aplikasi METALGO+, NUNOMICS, serta fitur Pospay Gold di dalam aplikasi Pospay.

Disclaimer:
Informasi harga dan analisis pasar yang disampaikan bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu. Lakukan analisis dan pertimbangan pribadi sebelum mengambil keputusan.

Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

  • Related Posts

    Harga Emas Global Bergerak Terbatas, Pasar Menanti Sinyal The Fed; Harga Emas Domestik Masih Stabil

    Jakarta, MetalNews Digital – Harga emas global bergerak terbatas pada perdagangan Selasa (21/7/2026) seiring sikap hati-hati pelaku pasar menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan berlangsung pada akhir…

    Harga Emas Awali Pekan dengan Sentimen Beragam, Pasar Fokus ke Inflasi dan Arah The Fed

    Jakarta, MetalNews Digital – Pergerakan harga emas mengawali perdagangan pekan ini dengan sentimen yang beragam. Di satu sisi, harga emas global masih dibayangi tekanan akibat meningkatnya ekspektasi suku bunga tinggi…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    Harga Emas Global Bergerak Terbatas, Pasar Menanti Sinyal The Fed; Harga Emas Domestik Masih Stabil

    Harga Emas Global Bergerak Terbatas, Pasar Menanti Sinyal The Fed; Harga Emas Domestik Masih Stabil

    Harga Emas Awali Pekan dengan Sentimen Beragam, Pasar Fokus ke Inflasi dan Arah The Fed

    Harga Emas Awali Pekan dengan Sentimen Beragam, Pasar Fokus ke Inflasi dan Arah The Fed

    Harga Emas Global Tertekan Sepanjang Pekan, Geopolitik Tak Lagi Jadi Penopang Utama

    Harga Emas Global Tertekan Sepanjang Pekan, Geopolitik Tak Lagi Jadi Penopang Utama

    Kenapa Semua Investor Menunggu Data NFP?

    Kenapa Semua Investor Menunggu Data NFP?

    Harga Emas Global Bangkit di Awal Juli, Emas Fisik di Platform JFXGOLD X Naik Rp52 Ribu per Gram dalam Sepekan

    Harga Emas Global Bangkit di Awal Juli, Emas Fisik di Platform JFXGOLD X Naik Rp52 Ribu per Gram dalam Sepekan

    Harga Emas Global Bangkit di Awal Juli, Investor Kembali Berburu Aset Safe Haven

    Harga Emas Global Bangkit di Awal Juli, Investor Kembali Berburu Aset Safe Haven