Emas Meroket ke Area Rekor, Investor Berburu Aset Aman

Jakarta, MetalNews Digital – Harga emas dunia diperdagangkan mendekati rekor tertinggi sepanjang masa di kisaran US$4.670 per troy ounce. Penguatan ini terjadi seiring meningkatnya ketidakpastian global yang mendorong lonjakan permintaan terhadap aset lindung nilai (safe haven).

Ketegangan hubungan dagang dan politik antara Amerika Serikat dan Uni Eropa menjadi faktor utama yang menekan sentimen pasar. Ancaman penerapan tarif yang kian mendekat serta berlanjutnya perselisihan geopolitik global membuat investor mengalihkan portofolio ke emas.

Dari sisi kebijakan moneter, pasar menanti rilis data inflasi PCE Amerika Serikat yang menjadi acuan utama Federal Reserve. Ketidakpastian arah kebijakan suku bunga, ditambah isu independensi bank sentral AS, memperkuat minat terhadap emas.

Kinerja emas yang tetap solid juga mencerminkan risiko global yang berlanjut, termasuk ketegangan yang melibatkan Iran dan Venezuela. Dalam situasi tersebut, emas diperdagangkan dengan permintaan lindung nilai yang stabil, seiring pelemahan imbal hasil riil.

Robby Leonardo, Head of Research Analyst and Market Development Metalbank Global Monetary mengatakan, pada kisaran US$4.660 per troy ounce, harga emas memperoleh dukungan dari pembelian bank sentral serta aliran dana ke exchange traded fund (ETF). Permintaan struktural ini menjadi penopang utama harga di tengah volatilitas pasar global.

Penguatan harga emas global sejalan dengan naiknya harga emas di bursa emas fisik JFXGOLD X. Pada perdagangannya hari ini, Selasa (20/1/2026) harganya menempati angka US$ 4.674.03 per troy ounce atau Rp. 2.586.268 per gram.

“Dari sisi sentimen, minat investor institusi terhadap emas tetap moderat sebagai strategi lindung nilai. Pasar opsi menunjukkan meningkatnya permintaan proteksi terhadap volatilitas dan risiko penurunan harga.” Robby Leonardo, Head of Research Analyst and Market Development Metalbank Global Monetary kepada tim MetalNews Digital.

Sementara itu, di pasar valuta asing, USD/IDR bergerak dalam rentang 16.900–17.020. Rupiah didukung aliran ekspor komoditas, terutama nikel, kelapa sawit, dan batu bara. Kebijakan Bank Indonesia serta kesiapan intervensi di pasar valas menahan pergerakan ekstrem.

Sentimen investor domestik terjaga positif, sementara investor asing masih bersikap hati-hati. Likuiditas yang relatif tipis membuat pergerakan pasar tetap responsif terhadap perkembangan data dan isu global.

Pemantauan harga dan transaksi emas di Platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X dapat diakses melalui aplikasi METALGO+, NUNOMICS, serta fitur Pospay Gold di dalam aplikasi Pospay.

Disclaimer:
Informasi harga dan analisis pasar yang disampaikan bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu. Lakukan analisis dan pertimbangan pribadi sebelum mengambil keputusan.

Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

  • Related Posts

    IHSG Tertekan, Rupiah Melemah, Harga Emas Indonesia di Persimpangan

    Jakarta, MetalNewd Digital – Tekanan di pasar keuangan Indonesia berlanjut setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam akibat kekhawatiran terhadap status pasar modal Indonesia dalam indeks global MSCI.…

    Emas Dunia Tembus US$4.200 per Ons, Dolar AS Masih Jadi Ancaman!

    Jakarta, MetalNews Digital — Harga emas dunia bergerak menguat pada perdagangan Senin (12/10/2026), ketika investor mencermati perkembangan geopolitik dan menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat (AS). Penguatan tersebut turut mendorong…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    IHSG Tertekan, Rupiah Melemah, Harga Emas Indonesia di Persimpangan

    IHSG Tertekan, Rupiah Melemah, Harga Emas Indonesia di Persimpangan

    Emas Dunia Tembus US$4.200 per Ons, Dolar AS Masih Jadi Ancaman!

    Emas Dunia Tembus US$4.200 per Ons, Dolar AS Masih Jadi Ancaman!

    FOMC Minutes Bikin Pasar Tegang, The Fed Buka Peluang Naikkan Bunga Lagi, Harga Emas ke Mana?

    FOMC Minutes Bikin Pasar Tegang, The Fed Buka Peluang Naikkan Bunga Lagi, Harga Emas ke Mana?

    FOMC Minutes Bisa Jadi Kompas, Kemana Harga Emas Berikutnya?

    FOMC Minutes Bisa Jadi Kompas, Kemana Harga Emas Berikutnya?

    Emas Dunia Stabil, JFXGOLD X Naik 0,77% ke Rp2,45 Juta per Gram

    Emas Dunia Stabil, JFXGOLD X Naik 0,77% ke Rp2,45 Juta per Gram

    Harga Emas Global Menguat Saat Minyak Tembus US$100, Ini Pemicunya

    Harga Emas Global Menguat Saat Minyak Tembus US$100, Ini Pemicunya