Berhasil Tempati Posisi US$. 2600/Toz, Akankah Fisik Emas JFXGOLD X Capai US$. 3000/Toz Pada Tahun Depan?

Berhasil Tempati Posisi US$. 2600/Toz, Akankah Fisik Emas JFXGOLD X Capai US$. 3000/Toz Pada Tahun Depan?

Berhasil tempati posisi US$.2600 per troy ounce pada hari Jum’at (20/9/2024) pukul 17.00 WIB, Senin pagi ini (23/9/2024) harga fisik emas JFXGOLD X terus bergerak ke level atas hingga mencapai posisi US$ 2.638,95 per troy ounce atau Rp. 1.287.754 per gram. Tren naiknya harga emas dunia ini masih terjadi atas adanya dorongan kebijakan moneter global yang cenderung bergerak melonggar dengan ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mengalami peningkatan. Kenaikan harga emas yang belakangan ini masih terus terjadi dipicu dengan adanya keputusan The Federal Reserve (The Fed) untuk memotong suku bunga sebesar 50 Basis Point (Bps) pada hari Rabu minggu lalu. Pemotongan suku bunga ini merupakan potongan pertamanya sejak awal tahun 2020.

Melihat pergerakan harga fisik emas JFXGOLD X selama hampir satu bulan ini, rasanya harga emas dunia masih akan terus bergerak cerah. Adanya ekspektasi bahwa Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) belum selesai dengan pemotongan suku bunga acuannya pada tahun ini membawa kemungkinan harga emas dunia dalam hal ini adalah fisik emas JFXGOLD X akan mengalami lonjakan pada tahun 2024. Jika dilihat berdasarkan grafik harga yang ada pada website https://jfxgoldx.jfx.co.id/login fisik emas JFXGOLD X berhasil mengalami peningkatan sebanyak 26%. “Sepertinya harga emas masih akan bergerak ke atas. Dolar AS melemah, suku bunga bergerak turun, dan ada ketidakpastian geopolitik. Ini semua membuat emas menjadi atraktif bagi investor,” kata Matt Miskin dari John Hancock Investment Management, seperti dikutip dari Bloomberg News. Dilansir dari CNBC Indonesia, Analis Citi menyatakan adanya potensi emas dunia yang akan terbang mencapai ke posisi US$ 3.000 per troy ounce pada pertengahan tahun 2025.

Harga Fisik Emas JFXGOLD X Hari Ini :

  • Harga fisik emas 0,01 gram Rp. 12.877
  • Harga fisik emas 1 gram Rp. 1.287.745
  • Harga fisik emas 5 gram Rp. 6.454.733
  • Harga fisik emas 10 gram Rp. 12.909.466
  • Harga fisik emas 100 gram Rp. 129.518.910
  • Harga fisik emas 1000 gram Rp. 1.294.637.414

Adanya peningkatan pada harga fisik emas JFXGOLD X semakin memperkuat statusnya menjadi aset safe haven, hal ini lah yang menjadikan fisik emas masih menarik sebagai pilihan untuk lindung nilai suatu aset. Simak informasi seputar fisik emas JFXGOLD X hanya di MetalNews!

Related Posts

IHSG Tertekan, Rupiah Melemah, Harga Emas Indonesia di Persimpangan

Jakarta, MetalNewd Digital – Tekanan di pasar keuangan Indonesia berlanjut setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam akibat kekhawatiran terhadap status pasar modal Indonesia dalam indeks global MSCI.…

Emas Dunia Tembus US$4.200 per Ons, Dolar AS Masih Jadi Ancaman!

Jakarta, MetalNews Digital — Harga emas dunia bergerak menguat pada perdagangan Senin (12/10/2026), ketika investor mencermati perkembangan geopolitik dan menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat (AS). Penguatan tersebut turut mendorong…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

IHSG Tertekan, Rupiah Melemah, Harga Emas Indonesia di Persimpangan

IHSG Tertekan, Rupiah Melemah, Harga Emas Indonesia di Persimpangan

Emas Dunia Tembus US$4.200 per Ons, Dolar AS Masih Jadi Ancaman!

Emas Dunia Tembus US$4.200 per Ons, Dolar AS Masih Jadi Ancaman!

FOMC Minutes Bikin Pasar Tegang, The Fed Buka Peluang Naikkan Bunga Lagi, Harga Emas ke Mana?

FOMC Minutes Bikin Pasar Tegang, The Fed Buka Peluang Naikkan Bunga Lagi, Harga Emas ke Mana?

FOMC Minutes Bisa Jadi Kompas, Kemana Harga Emas Berikutnya?

FOMC Minutes Bisa Jadi Kompas, Kemana Harga Emas Berikutnya?

Emas Dunia Stabil, JFXGOLD X Naik 0,77% ke Rp2,45 Juta per Gram

Emas Dunia Stabil, JFXGOLD X Naik 0,77% ke Rp2,45 Juta per Gram

Harga Emas Global Menguat Saat Minyak Tembus US$100, Ini Pemicunya

Harga Emas Global Menguat Saat Minyak Tembus US$100, Ini Pemicunya