Bukan Cuma Manusia, Emas Juga Bisa Sakit Perut

Ambruknya harga emas dunia dalam lima hari terakhir, berdampak pada pergerakan harga fisik emas JFXGOLD X yang pada hari ini mengalami penurunan hingga berada di posisi US$. 2.311,76 per troy ounce atau Rp. 1.209.942 per gram. Melansir dari CNBC Indonesia, ambruknya harga emas dunia sejalan dengan data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang lebih kencang dari proyeksi serta Bank Sentral China yang tidak membeli emas.

Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menjadi sentimen negatif bagi emas, hal ini dapat terjadi karena emas adalah aset yang harganya dibanderol dalam dolar AS. Oleh karena itu penguatan atau pelemahan nilai tukar dolar AS sangat berpengaruh pada pergerakan harga emas dunia, dalam hal ini juga adalah fisik emas JFXGOLD X yang transaksinya menggunakan harga pasar dunia.

Pada bulan lalu Bank Sentral China tidak membeli emas, hal tersebut mengakhiri aksi beli besar-besaran yang membantu mendorong emas ke rekor tertinggi di bulan Mei. Mengutip dari bloombergtechnoz.com besarnya nafsu China terhadap emas batangan telah memberikan dampak kepada emas yang menjadi rentan terhadap setiap potensi perubahan permintaan.

Sebelum berhenti membeli emas, Bank Sentral China telah melakukan pembelian emas sejak November 2022, mengutip dari Data World Gold Council dalam CNBC Indonesia, dikatakan bahwa Bank Sentral China telah menjadi salah satu Bank Sentral yang paling agresif dengan terus membeli emas sejak November 2022 atau selama 18 bulan beruntun dengan total pembelian mencapai 316 ton, dan saat ini cadangan emas China berada di angka 2.264,3 ton. “China diperkirakan masih akan terus membeli emas tetapi kebijakan mereka tidak membeli emas di bulan Mei menunjukkan bahwa mereka juga manusia. Kenaikan harga emas membuat mereka membayar mahal saat membeli” ujar Ole Hansen, kepada departemen komoditas Saxo Bank.

Dikutip dari Reuters dalam CNBC Indonesia, Tai Wong analis pasar fisik komoditi mengatakan, kondisi emas dunia saat ini seperti sedang mengalami sakit perut karena mengalami dua kali putaran sekaligus dari data tenaga kerja AS dan konsumsi China untuk menahan diri membeli emas.

Related Posts

Harga JFXGOLD X Melonjak Hampir 4% ke Rp2,5 Juta per Gram, Emas Dunia Rebound usai Kesepakatan Damai AS-Iran

Jakarta, MetalNews Digital – Harga emas fisik pada platform bursa emas fisik JFXGOLD X melonjak hampir 4% pada perdagangan Senin (15/6/2026), seiring menguatnya harga emas dunia setelah pasar menyambut positif…

Emas Tertekan, Harga JFXGOLD X Turun ke Rp2,39 Juta per Gram di Tengah Kekhawatiran Inflasi AS

Jakarta, MetalNews Digital – Harga emas kembali mengalami tekanan pada perdagangan hari ini seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap inflasi Amerika Serikat yang masih tinggi. Sentimen tersebut membuat investor mengurangi ekspektasi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

Harga JFXGOLD X Melonjak Hampir 4% ke Rp2,5 Juta per Gram, Emas Dunia Rebound usai Kesepakatan Damai AS-Iran

Harga JFXGOLD X Melonjak Hampir 4% ke Rp2,5 Juta per Gram, Emas Dunia Rebound usai Kesepakatan Damai AS-Iran

Emas Tertekan, Harga JFXGOLD X Turun ke Rp2,39 Juta per Gram di Tengah Kekhawatiran Inflasi AS

Emas Tertekan, Harga JFXGOLD X Turun ke Rp2,39 Juta per Gram di Tengah Kekhawatiran Inflasi AS

Emas Sentuh Level Terendah 2026, Pasar Menanti Ujian Besar dari Data Inflasi AS

Emas Sentuh Level Terendah 2026, Pasar Menanti Ujian Besar dari Data Inflasi AS

Dolar Kian Perkasa, Rupiah Sentuh Rp18.000 dan Emas Kehilangan Momentum

Dolar Kian Perkasa, Rupiah Sentuh Rp18.000 dan Emas Kehilangan Momentum

Emas Masih Tertekan di Awal Juni, Harapan Rebound Belum Padam

Emas Masih Tertekan di Awal Juni, Harapan Rebound Belum Padam

Emas Menguat di Tengah Pelemahan Dolar AS, Pasar Cermati Negosiasi Damai AS-Iran dan Arah Kebijakan The Fed

Emas Menguat di Tengah Pelemahan Dolar AS, Pasar Cermati Negosiasi Damai AS-Iran dan Arah Kebijakan The Fed