Emas Menguat Tipis di Tengah Meredanya Kekhawatiran Inflasi, Pasar Pantau Data Ekonomi AS

Jakarta, MetalNews Digital – Harga emas naik tipis pada perdagangan Rabu di tengah meredanya kekhawatiran inflasi global, sementara pelaku pasar menunggu rilis data ekonomi Amerika Serikat yang dapat memberikan petunjuk baru terkait arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Harga emas spot tercatat naik 0,3% menjadi US$5.208,08 per troy ounce pada pukul 02.43 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April turun 0,5% ke level US$5.216,80 per troy ounce. Untuk harga emas fisik pada platform bursa emas fisik JFXGOLD X mengalami penguatan 0,69%. Penguatan ini membawa harganya ke US$ 5214,95 per troy ounce atau Rp. 2.870.822 per gram.

Penurunan harga minyak yang kembali berada di bawah US$90 per barel turut meredakan tekanan inflasi global. Sentimen ini muncul sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperkirakan konflik dengan Iran akan segera mereda.

Selain itu, International Energy Agency dilaporkan mengusulkan pelepasan cadangan minyak strategis dalam jumlah besar guna membantu menstabilkan pasar energi global.

Meski demikian, ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor yang menopang harga emas. Amerika Serikat dan Israel dilaporkan meningkatkan serangan udara terhadap Iran, sementara aktivitas di Selat Hormuz—jalur yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair global—mengalami gangguan.

Penutupan jalur tersebut membuat sejumlah kapal tanker tertahan lebih dari sepekan dan memaksa sebagian produsen energi menghentikan produksi akibat keterbatasan kapasitas penyimpanan. Menurut pernyataan United States Central Command, militer AS menghancurkan 16 kapal penebar ranjau Iran di sekitar Selat Hormuz pada Selasa.

Gangguan di jalur energi tersebut juga meningkatkan tekanan pasokan di pasar minyak, khususnya kontrak Brent jangka dekat. Pelaku pasar kini mencermati selisih harga spot dan forward untuk mengukur kondisi pasokan fisik.

Head of Research Analyst and Market Development MetalBank Global Monetary, Robby Leonardo, mengatakan emas kembali dilirik sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik dan risiko komoditas.

“Namun ruang kenaikan emas masih dibatasi oleh pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan penguatan dolar AS,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Metals Focus, Nikos Kavalis, menilai prospek emas tetap positif dari level saat ini.“Dalam skenario tertentu, harga emas bahkan dapat menembus $6.000 per ons pada kuartal ketiga atau keempat tahun ini,” kata Kavalis, dikutip dari reuters.com.

Sepanjang tahun ini, harga emas telah naik lebih dari 20% dan mencetak sejumlah rekor tertinggi baru, didorong oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.

Fokus pasar selanjutnya tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat, termasuk Indeks Harga Konsumen (CPI) Februari yang dijadwalkan dirilis hari ini serta data Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE)—indikator inflasi favorit Federal Reserve—yang akan diumumkan pada Jumat.

Berdasarkan proyeksi pasar melalui alat FedWatch milik CME Group, investor saat ini memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan kebijakan yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Maret.

Transaksi emas fisik melalui platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X dapat diakses pada aplikasi METALGO+, NUNOMICS, serta fitur Pospay Gold pada aplikasi Pospay.

Disclaimer :
Informasi harga dan analisis pasar yang disampaikan bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu. Lakukan analisis dan pertimbangan secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

  • Related Posts

    Harga Emas Global Anjlok Lebih dari 2 Persen, Dolar AS dan Prospek Suku Bunga The Fed Tekan Pasar

    Jakarta, MetalNews Digital – Harga emas dunia mengalami tekanan tajam pada perdagangan Kamis (23/7) waktu Amerika Serikat atau Jumat (24/7) WIB. Setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam dua pekan pada…

    Harga Emas Global Bergerak Terbatas, Pasar Menanti Sinyal The Fed; Harga Emas Domestik Masih Stabil

    Jakarta, MetalNews Digital – Harga emas global bergerak terbatas pada perdagangan Selasa (21/7/2026) seiring sikap hati-hati pelaku pasar menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan berlangsung pada akhir…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    Harga Emas Global Anjlok Lebih dari 2 Persen, Dolar AS dan Prospek Suku Bunga The Fed Tekan Pasar

    Harga Emas Global Anjlok Lebih dari 2 Persen, Dolar AS dan Prospek Suku Bunga The Fed Tekan Pasar

    Harga Emas Global Bergerak Terbatas, Pasar Menanti Sinyal The Fed; Harga Emas Domestik Masih Stabil

    Harga Emas Global Bergerak Terbatas, Pasar Menanti Sinyal The Fed; Harga Emas Domestik Masih Stabil

    Harga Emas Awali Pekan dengan Sentimen Beragam, Pasar Fokus ke Inflasi dan Arah The Fed

    Harga Emas Awali Pekan dengan Sentimen Beragam, Pasar Fokus ke Inflasi dan Arah The Fed

    Harga Emas Global Tertekan Sepanjang Pekan, Geopolitik Tak Lagi Jadi Penopang Utama

    Harga Emas Global Tertekan Sepanjang Pekan, Geopolitik Tak Lagi Jadi Penopang Utama

    Kenapa Semua Investor Menunggu Data NFP?

    Kenapa Semua Investor Menunggu Data NFP?

    Harga Emas Global Bangkit di Awal Juli, Emas Fisik di Platform JFXGOLD X Naik Rp52 Ribu per Gram dalam Sepekan

    Harga Emas Global Bangkit di Awal Juli, Emas Fisik di Platform JFXGOLD X Naik Rp52 Ribu per Gram dalam Sepekan